Asuransi Jiwa adalah Bagian Penting dari Pola Hidup Sehat

Asuransi Jiwa adalah Bagian Penting dari Pola Hidup SehatAsuransi Jiwa adalah Bagian Penting dari Pola Hidup Sehat – Pada awal bulan Januari 2013 adalah tahun di mana anak saya yang ke dua , Ahmad Faza, pergi menghadap Allah SWT. Di situ saya menyadari bahwa apapun yang kita usahakan ada hal yang tidak bisa kita elakkan dan hindari, yaitu “TAKDIR”, bahwa kehidupan tidak ada yang bisa menentukan sampai kapan, umur manusia tidak seorang pun yang mengetahui secara pasti. Manusia hanya bisa berusaha agar kehidupannya tetap sehat, akan tetapi, umur manusia tidak seorang pun yang mengetahui secara pasti.

Kebetulan sebulan sebelumnya ada teman yang menjelaskan tentang betapa sangat penting bagi setiap orang memiliki pengaman jika terjadi hal-hal yang tidak terduga, seperti sakit kritis dan kematian. Bagaimana jika anda mendadak terdiagnosa sakit kritis, sebut saja Kanker, padahal masih banyak tanggung jawab yang harus dipikul seperti biaya sekolah anak-anak yang semakin lama semakin membengkak? Jika ini terjadi pada anda apa solusi untuk itu?

Anda tentu mengetahui bahwa kanker adalah salah satu dari penyakit kritis yang paling banyak mengeluarkan banyak biaya. Coba lihat di sekitar anda, seperti saudara, tetangga, mungkin anda menemukan di antara mereka yang mengalami kejadian yang tidak terduga, “sakit kritis”.

Sebenarnya saya telah memahami maksud teman saya, dia berharap saya telah menyiapkan diri untuk masa kehidupan saya ke depan. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan. Setiap orang akan mengalami masa kritis, yaitu masa di mana kita telah memutuskan untuk pensiun dari pekerjaan kita karena fisik yang tidak menguntungkan.

Secara fisik, semakin tua usia manusia semakin mengalami penurunan, tentunya anda juga mengetahui bahwa semakin tua akan semakin banyak biaya yang kita keluarkan terkait dengan kesehatan yang menurun. Ironisnya pada masa-masa  ini justru saya tidak menyadari bahwa hal itu harus dipersiapkan sejak dini.

Jika kita memutuskan untuk pensiun pada umur 55 tahun maka ada yang harus kita persiapkan untuk kebutuhan hidup pada masa pensiun, kita harus mempunyai tabungan yang bisa mencukupi kehidupan kita sehari-hari sampai kita meninggal. Jika kita meninggal umur 75 tahun (usia rata-rata orang Indonesia), maka tabungan kita harus bisa mencukupi selama 20 tahun.

Saya coba untuk menghitung berapa sebenarnya kebutuhan saya selama 20 tahun, itu pun jika umur saya sampai 75 tahun. Usia saya saat ini 44 tahun, penghasilan saya pribadi saat ini rata-rata 5 juta per bulan, biaya hidup yang saya keluarkan per bulan adalah 4 juta. Jika biaya hidup saya saat ini 4 juta maka untuk 11 tahun ke depan tentunya biaya hidup saya akan lebih dari 15 juta, ini disebabkan bahwa secara teori akan terjadi inflasi 100% setiap 4 tahun sekali. Untuk mencukupi kebutuhan hidup saya selama 20 tahun di masa pensiun maka saya harus bisa mengumpulkan uang sebesar 15 juta dikalikan 12 X 20 = 3,6 Milyar. Sungguh merupakan jumlah yang sangat besar bagi saya.

Berapa yang harus saya tabung per bulan selama 11 tahun untuk mencapai 3,6 milyar, sungguh fantastis saya harus bisa menabung 27 juta lebih per bulan.

Intinya sebenarnya saya harus menabung mulai saat ini untuk menghadapi masa-masa kritis di masa pensiun, walaupun nilainya jauh dari yang kita harapkan. Walaupun begitu teman saya masih mengingatkan saya bahwa kesadaran menabung saja belum cukup. Dia mengatakan bahwa saya harus menyadari bahwa saya tidak akan kebal dengan 2 hal, sakit kritis dan kematian. Sakit kritis seperti kanker adalah penyakit yang sangat banyak menghabiskan sumber dana. Bagaimana jika saya terdiagnosa penyakit ini dan dokter minta saya menyiapkan 500 juta.

Saat itu saya mulai membayangkan bahwa hidup saya sebenarnya sangat rentan. Saya memiliki anak yang masih kecil dan tentunya masih tergantung dengan saya. Bagaimana jika penyakit itu menyerang justru ketika mereka banyak membutuhkan biaya untuk sekolah mereka. Mengandalkan tabungan tentunya tidaklah cukup, aset-aset seperti tanah dan rumah harus direlakan untuk dijual, dan jika tidak cukup tentunya harus cari hutang. Bagaimana jika saya meninggal setelah kanker menggerogoti saya. Maka yang ada dalam pikiran saya adalah saya meninggal dalam keadaan “MEWARISKAN BANYAK HUTANG”.

Teman saya memberikan solusi pada saya, bahwa saya harus bisa menabung sampai masa pensiun tiba sekaligus harus mencari perusahaan yang bisa menanggung jika terjadi penyakit kritis atau meninggal. Saya mulai bisa menebak arah pembicaraannya, bahwa dia menawarkan asuransi jiwa. Walaupun sebenarnya sebelum itu, saya sangat anti pati terhadap asuransi, justru dari teman saya, akhirnya saya menyadari bahwa asuransi jiwa sangat penting untuk kebutuhan jangka panjang. Dan saya merasa bersyukur karenanya. Walaupun asuransi jiwa bukan jaminan hidup akan menjadi lebih bahagia, tetapi saya merasa lebih tenang dari sebelumnya, sedangkan ketenangan adalah bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh, bagaimana dengan anda?

Leave a Reply