Pola Makan Sehat – Daging antara Manfaat dan Efek Negatif bagi Kesehatan

Daging adalah sumber protein hewani, dan merupakan makanan favorit yang menjadi kesukaan hampir setiap orang. Selain rasanya yang lezat kebanyakan mereka memandang bahwa daging merupakan sumber protein yang baik untuk kebutuhan tubuh. Tetapi sebaliknya, karena kelezatannya, kebanyakan penggemar daging tidak mau tahu bahwa banyak resiko akibat terlalu banyak memakan daging.

Hubungan Daging dengan Buang Air Besar

Daging adalah berasal dari hewan berdarah panas di mana memiliki suhu yang lebih tinggi daripada manusia. Karakteristik hewan berdarah panas adalah memiliki banyak kandungan lemak jenuh yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Jika Lemak jenuh memasuki  ke suhu lebih rendah, misalnya manusia, maka lemak akan mengental, lengket dan mengeras. Bila masuk dalam usus akan mempersulit buang air besar, dan sisa makanan yang terlalu lama di usus bisa menyebabkan pembusukan dan berpotensi memproduksi racun yang dapat diserap oleh usus dan masuk keseluruh jaringan tubuh melalui pembuluh darah.

Hubungan Daging dengan Stroke dan Penyakit Jantung

Jika lemak jenuh masuk ke dalam darah akan menyebabkan beberapa penyakit, diantaranya adalah penyakit yang berhunbungan dengan pembuluh darah seperti stroke dan pembengkakan jantung. Ini disebabkan oleh mengentalnya darah yang diakibatkan oleh masuknya lemak jenuh ke dalam darah.

Pada suhu tertentu lemak jenuh akan encer. Tetapi karena suhu manusia lebih rendah daripada asal lemak jenuh, yaitu daging hewan seperti sapi, kambing, ayam dan lain-lain, maka lemak jenuh tersebut menjadi  kental dan bahkan mengeras ketika berada didalam darah. Akibatnya sirkulasi darah terganggu, menjadi lambat dan bahkan dapat menyumbat pembuluh darah. Inilah yang menjadi penyebab penyakit stoke dan pembengkakan jantung.

Hubungan Daging dengan Kegagalan Fungsi Organ

Selain itu darah yang mengental juga menghambat terganggunya kiriman nutrisi keseluruh organ tubuh sehingga menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal ini akan berakibat terganggunya proses mutasi sel dan ujung-ujungnya mengakibatkan terjadinya penuaan dini.  Selain itu kondisi ini juga dapat mengakibatkan organ-organ tubuh mengalami kegagalan fungsi.

Hubungan Daging dengan Osteoporosis

Selain menyebabkan darah menjadi kental dengan lemak jenuhnya, daging juga dapat menyebabkan darah menjadi asam. Kondisi ini menyebabkan tulang bekerja keras untuk menetralisir kadar asam dengan melarutkan kalsium ke dalam darah.

Mengenai hal ini, Anand dan Linkswiller menemukan bahwa konsentrasi extracellular kalsium diatur oleh kalsium dalam tulang. Ketidak seimbangan negatif yang berkepanjangan mengakibatkan kalsium dalam tulang melarut sehingga menyebabkan terjadi keropos tulang atau osteoporosis.

Bagaimana cara Anda Mengatasi Hal itu?

Bagi penggemar daging yang sangat memperhatikan kesehatan tubuh mereka, kemungkinan besar mencari solusi dengan cara meminum suplemen bahkan meminum obat pencegahan. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah “apakah dengan meminum suplemen atau obat dapat mengatasi hal itu”?

 

 

 

One thought on “Pola Makan Sehat – Daging antara Manfaat dan Efek Negatif bagi Kesehatan”

Leave a Reply