logo polahidupsehat.net

Newsletter

Penyakit Polio: Gejala, Penanganan, dan Pentingnya Imunisasi

Apa itu Polio?

Apa itu Polio?

PolaHidupSehat – Polio atau poliomielitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyebar melalui tinja orang yang terinfeksi dan dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Meskipun kejadian polio telah berkurang secara signifikan berkat program imunisasi yang dilakukan oleh pemerintah, kendatipun begitu penyakit ini masih merupakan ancaman serius di beberapa bagian dunia.

Bahaya utama dari polio terletak pada dampak serius yang dapat dialami oleh individu yang terinfeksi terutama anak-anak. Kelumpuhan otot yang dapat bersifat permanen dapat memengaruhi kualitas hidup dan mobilitas seseorang. Oleh sebab itu, memahami penyebab, gejala, penanganan dan pencegahan polio menjadi krusial dalam upaya melawan penyakit ini.

Penyebab Polio

Polio disebabkan oleh tiga jenis strain yang termasuk dalam keluarga Human Enterovirus, yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus.

Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan tinja orang yang terinfeksi. Meskipun begitu, virus polio dapat menyerang siapa saja, anak-anak di bawah lima tahun lebih rentan terhadap infeksi ini. Infeksi biasanya terjadi melalui jalur oral-fekal, seringkali akibat kondisi sanitasi yang buruk atau air minum yang terkontaminasi.

Penularan Polio

Polio menyebar melalui kontak orang ke orang. Ketika seorang anak terinfeksi virus polio, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus. Virus ini kemudian dibuang ke lingkungan melalui faeces di mana ia dapat menyebar dengan cepat melalui komunitas, terutama dalam situasi kebersihan dan sanitasi yang buruk. Disamping itu, Virus Polio juga dapat menyebar melalui droplet udara yang dihasilkan saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Virus tidak rentan menginfeksi dan akan mati bila seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap terhadap polio. Polio dapat menyebar ketika makanan atau minuman terkontaminasi oleh feses. Misal, kondisi kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih yang kurang baik seperti Buang Air Besar (BAB) sembarangan baik itu di sungai ataupun pada sumber air yang juga digunakan pada kehidupan sehari-hari.

Gejala Polio

Kebanyakan orang terinfeksi (90%) tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan dan biasanya tidak dikenali. Gejala awal polio mirip dengan flu biasa, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai. Namun dalam beberapa kasus, virus ini dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan permanen. Bentuk parah dari penyakit polio, dikenal sebagai polio paralitik, dapat mengakibatkan kelumpuhan otot, terutama pada tungkai. Gejala ini dapat berkembang selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah infeksi. Meskipun banyak orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, mereka masih dapat menularkan virus polio kepada orang lain.

Penanganan Polio

Sayangnya tidak ada obat spesifik untuk mengobati polio. Pengobatan yang ada fokus pada meredakan gejala dan memberikan perawatan pendukung, seperti terapi fisik untuk menguatkan otot yang lemah. Bagi individu dengan bentuk parah polio, perawatan jangka panjang mungkin diperlukan untuk membantu mereka beradaptasi dengan kelumpuhan dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Pencegahan Polio

Pencegahan polio dapat dicapai melalui beberapa langkah, termasuk memastikan sanitasi yang baik, mencuci tangan secara rutin, dan mengonsumsi air dan makanan yang aman. Namun, pendekatan pencegahan yang paling efektif adalah melalui vaksinasi. Vaksin Polio Oral (OPV) dan Vaksin Polio Inaktif (IPV) telah berhasil mengurangi jumlah kasus polio secara signifikan di seluruh dunia. Imunisasi polio menjadi bagian integral dari program imunisasi rutin untuk anak-anak.

Pencegahan penularan ke orang lain melalui kontak langsung (droplet) dengan menggunakan masker bagi yang sakit maupun yang sehat. Selain itu mencegah pencemaran lingkungan (fecal-oral) dan pengendalian infeksi dengan menerapkan buang air besar di jamban dan mengalirkannya ke septic tank.

Imunisasi Polio

Imunisasi polio, yang umumnya dimulai pada usia dini, memberikan perlindungan terhadap ketiga jenis virus polio. Vaksin polio oral (VPO) dan vaksin polio inaktif (VPI) telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah penyebaran virus polio. Program imunisasi telah berhasil mengurangi jumlah kasus polio secara signifikan, dan melalui upaya global, kita dapat mencapai eliminasi total penyakit ini dalam beberapa tahun. Kasus Polio terakhir di Indonesia ditemukan pada tahun 2006. Namun, tahun 2024 ditemukan lagi kasus Polio.

Dalam menghadapi tantangan penyakit menular seperti polio, kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan kebersihan lingkungan menjadi kunci utama. Program imunisasi yang terkoordinasi dengan baik, bersama dengan dukungan internasional, dapat membawa kita lebih dekat pada visi dunia yang bebas dari polio. Melalui upaya bersama, kita dapat melindungi generasi masa depan dari ancaman penyakit ini dan memastikan kesehatan global yang lebih baik

Bahaya Penyakit Polio

Penting untuk memahami bahwa polio masih menjadi masalah kesehatan global, dan keberhasilan pemberantasan penyakit ini membutuhkan kewaspadaan yang terus-menerus dan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Meskipun Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengendalian polio, kejadian baru-baru ini di beberapa daerah menyoroti perlunya tetap waspada dan proaktif dalam mencegah penyebaran virus polio.

Indonesia Tetapkan KLB karena Kasus Polio di Klaten dan Bangkalan

Kasus polio yang baru-baru ini muncul di Klaten dan Bangkalan telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerah tersebut. Kejadian ini menandakan adanya potensi penyebaran virus polio di tengah masyarakat. KLB didefinisikan sebagai kejadian kesehatan yang melibatkan peningkatan jumlah kasus penyakit secara signifikan dan mengancam kesehatan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons yang cepat dan efektif dalam mengendalikan penyebaran polio dan melindungi warga dari risiko penyakit ini.

Sebagai respons terhadap KLB, langkah-langkah pencegahan dan penanganan perlu diintensifkan. Ini termasuk kampanye imunisasi massal untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di komunitas yang terpengaruh. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan kebersihan juga menjadi kunci dalam upaya pencegahan. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberhasilan langkah-langkah tersebut.

Mengatasi Tantangan Penyakit Polio di Indonesia

Menghadapi kembali ancaman polio di beberapa wilayah Indonesia, langkah-langkah tanggap dan terkoordinasi menjadi krusial. Program imunisasi harus diperkuat, dan semua anak harus mendapatkan dosis vaksin polio sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Penting untuk menanggapi secara cepat setiap kasus yang terdeteksi dan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi sumber penularan.

Sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang polio, cara penularannya, dan manfaat imunisasi perlu menjadi fokus utama. Tim medis dan sukarelawan akan aktif bekerja sama dengan komunitas untuk membangun kesadaran dan menghilangkan ketakutan atau keraguan terkait vaksinasi. Keberhasilan pemberantasan polio membutuhkan partisipasi aktif dan pemahaman dari seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan: Bersama Melangkah Melawan Polio

Penetapan KLB di Klaten dan Bangkalan adalah panggilan untuk tindakan kolektif dan kewaspadaan tingkat tinggi. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, respons yang cepat terhadap setiap kasus baru, dan kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat mengatasi tantangan polio dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Facebook
Pinterest
Twitter
LinkedIn
Email
dr. Meta Andharasta

dr. Meta Andharasta

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *